Monday, 3 May 2010
Monday, 8 March 2010
Step 11 : Pesan Souvenir Pernikahan
Posted by Unknown at 06:29 0 comments
Labels: Souvenir
Wednesday, 3 February 2010
Step 10 : Tes Kesehatan Pra Nikah
Posted by Unknown at 21:23 0 comments
Labels: Tes Kesehatan
Step 9 : Mengurus Surat-Surat Nikah
Posted by Unknown at 18:02 0 comments
Labels: Surat-Surat
Cari Tahu Tentang Pernikahan Sebanyak Mungkin
Posted by Unknown at 02:28 0 comments
Labels: Tips
Sunday, 3 January 2010
Kuatkan Niat Sebelum Melangkah
Posted by Unknown at 02:28 0 comments
Labels: Tips
Monday, 28 December 2009
Step 8 : Hantaran Pengantin
Posted by Unknown at 06:11 0 comments
Labels: Hantaran Pengantin
Sunday, 20 December 2009
Step 7: Saatnya Mencari Gaun Pengantin dan Gaun Untuk Ortu dan Pengiring
Untuk Mama dan Camer, juga aku pesankan di Prima tekstil, sedangkan ayank memilih jahit jas di penjahit langganannya di Karanganyar. Sementara untuk among tamu dan penjaga buku tamu, bahan kebaya brokat sudah aku belikan, warnanya merah tua. Mereka jahit sendiri karena keluargaku khan jauh-jauh, ada yang di Bekasi, Pemalang, Jakarta, jadi aku tinggal ngirimkan bahannya aja.
Yah, kedengarannya cukup simpel khan...
Posted by Unknown at 04:34 0 comments
Labels: Gaun Pengantin
Thursday, 26 November 2009
Step 6: Menghubungi Wedding Organizer
Posted by Unknown at 18:12 0 comments
Labels: Wedding Organizer
Sunday, 25 October 2009
Step 5: Hari Pertunangan
Posted by Unknown at 19:00 1 comments
Labels: Pertunangan
Tuesday, 20 October 2009
Step 4: Persiapan Acara Pertunangan
Konsep acara kami hanyalah tukar cincin dan syukuran kecil-kecilan. Disaksikan oleh kerabat dan tetangga dekat. Tidak ada acara serah-serahan besok. Acara seserahan rencananya dilakukan pada malam midodareni, malam sebelum akad nikah dilangsungkan.
Mulailah, aku dan mama mencatat jumlah orang yang akan hadir, menyusun menu makanan dan rincian anggaran, mempersiapkan perabotan, meja tikar, taplak, dsb. Tak lupa pula kami menghubungi tetangga untuk memohon kehadiran dan menjadi penerima tamu, serta meminta doa restu pada kerabat -keluarga kami jauh, jadi kemungkinan ga bisa hadir.
Acara masak-memasak nanti akan dibantu oleh ibu-ibu rukun tetangga, jadi aku dan mama cukup mempersiapkan dana aja. Oya, kecuali urusan snack nya, tetap harus aku yang pegang. Hmm, soalnya aku paling seneng belanja kue-kue kecil.
Minggu ini, deg-degan banget. Beberapa hari ga bisa tidur karena memikirkan acara penting itu. Sekalinya bisa tidur, yang muncul di mimpi pasti mengenai acara pertunangan besok. Semoga segalanya berjalan dengan lancar.
Posted by Unknown at 07:07 1 comments
Labels: Persiapan, Pertunangan
Friday, 16 October 2009
Step 3: Beres-beres Rumah
Aku dan mama akhirnya memanggil tukang untuk membersihkan rumah, mulai dari mengecat dinding dan pintu-pintu, memperbaiki kayu pintu yang udah rusak, sampai menata kembali ruangan biar keliatan lebih lega dan rapi. Beberapa perabot diubah lokasinya, karena kami berencana membeli sebuah almari pakaian. Pertimbanganku seh, buat menyimpan buku-buku, tas, dan barang lainnya yang sampai saat ini masih bertumpuk di dalam kardus. Khan kurang rapi kalau keliatan 'bentuk dusnya'.
Di sinilah kami berbeda pendapat. Menurut yayank, kami ga perlu beli almari dulu, belinya nanti setelah rumah kami selesai dibangun. Tapi pendapatku seh, beli sekarang atau nanti ga jadi masalah, Toh lemari bukanlah barang yang habis dipakai sehari dua hari, tapi barang yang kita butuhin sampe kapan juga.
Hunting lemarinya masih tunggu sampai bulan depan deh. Tiga hari ini, rumah kontrakan yang mungil ini bakal disulap dulu, jadi apa yaaa kira-kira. Wah, yang pasti, meski rumahnya imut, kalau tertata dengan rapi, akan membuat penghuninya betah dan hepi terus.
Posted by Unknown at 09:12 0 comments
Labels: Menata Rumah, Persiapan
Thursday, 15 October 2009
Step 2: Cincin Pernikahan
Sebetulnya, kalau masih gadis jangan pake cincin yang bentuknya kayak cincin kawin dech. Nanti dikira kita udah nikah lho. Aku sendiri pernah mengalaminya, pas ultahku yang ke 21, yayank memberiku hadiah sebuah cincin emas dengan permata kecil di tengah, persis cincin kawin. Pas aku pake, temen-teman jadi pada komen, "lho kamu kayak udah nikah aja pake cincin kawin gitu".
Dahulu, cincin kawin dibuat dari daun-daunan, kemudian seiring perkembangan zaman dan pola pikir manusia, cincin kawin saat ini dibuat dengan materi yang lebih tahan lama, di antaranya emas dan perak. Selain itu, cincin kawin juga dibuat dengan beraneka hiasan, mulai dari ukiran pada cincin itu sendiri sampai bertahtakan batu yang memiliki makna, kayak Ruby yang berarti simbol cinta yang agung atau berlian yang melambangkan keabadian cinta.
Itu sekilas tentang makna wedding rings. Biasanya seh, model wedding rings yang ready stock di toko emas, ya model-model yang everlasting, artinya...Ga akan ketinggalan zaman dech, karena dari dulu sampe sekarang, model cincin kawin rata-rata ya, polos atau dengan batu satu.
Dan model ready stock itulah yang kami pilih. Selain karena kami berdua sama-sama ga suka ribet, cincin tersebut juga akan kami pergunakan sebagai cincin pertunangan. Jadi udah ga keburu buat pesan.
So, here is our wedding rings. Rasanya seperti mimpi, akhirnya aku bisa sampai pada tahap ini. Kayaknya baru kemarin masih digendong-gendong mami...Hahaha...Dasar manja!
Trims cintaku, for all You give me. It's more than a symbol for me. Bukan karena cincinnya, tapi karena yang memberikannya padaku, adalah lelaki yang cintai.
Posted by Unknown at 21:17 0 comments
Labels: Cincin Pernikahan, Cincin Pertunangan
Tuesday, 13 October 2009
Step 1: Rencana Kerja dan Anggaran Pernikahan
Kami menyusun rencana kerja dan anggaran bersama-sama. Ada keasyikan tersendiri saat melakukannya. Kami saling memberikan pendapat. Sesekali, kami berdebat kecil. Hal ini merupakan pembelajaran bagi kami, untuk berbagi ide dan saling mendengarkan.
Posted by Unknown at 04:51 0 comments
Labels: Persiapan, Rencana Kerja dan Anggaran




